Hobi

Home/Hobi

Terapi Akupunktur Hewan di Bali

Seperti di banyak kota besar lainnya terapi akupunktur hewan di Bali mulai banyak diminati sebagai pengobatan alternatif untuk berbagai gangguan kesehatan pada hewan keaayangan, selain tentunya pengobatan medis oleh dokter hewan.

Rasanya saya bukan termasuk orang yang takut jarum. Kalau saya cenderung tidak berkunjung ke dokter atau rumah sakit untuk gangguan-gangguan kesehatan kecil yang saya alami, bukan karena takut suntikan. Jangankan suntikan obat, jarum donor darah yang gede banget itupun saya nyante aja koq. Lagian dokter sekarang juga nampaknya nggak nyuntik kalo nggak perlu. Beda sama Mantri Puskesmas jaman dulu yang pasiennya nggak merasa lengkap diobati kalau nggak disuntik.

Terapi Akupunktur

Tapi kalau terapi akupunktur, saya terus terang nggak berani. Takut? Meskipun agak nggak nyaman untuk mengakuinya, ya kalo nggak berani artinya takut. Lha kan jarum akupunktur kecil-kecil? Iya tau. Jarum akupunktur kecil-kecil pake banget. Makanya kalo saya ngeri dengan terapi akupunktur, bukan karena saya takut dengan jarumnya.

Salah satu kawan baik saya seorang ahli akupunktur di Jakarta. Banyak teman-teman kami yang kalau berkunjung ke tempatnya, sengaja minta diterapi. Entah karena beneran punya masalah kesehatan atau sekedar manja aja punya temen yang ahli akupunktur. Sama dengan teman saya yang kebetulan seorang chef, kalau mau main ke tempat dia, pertanyaan pertamanya selalu “Dimasakin apa kita kali ini?” Padahal restoran di deket-deket tempat dia juga bejibun.

Jarum Terapi AkupunkturTapi kalau saya sendiri sih kalo masakan okelah, tapi kalau terapi akupunktur, nggak dulu deh. Kalaupun kebetulan ketemu dan dia menawarka seperti biasanya dan saya kebetulan sedang mengalami sedikit masalah kesehatan, saya lebih memilih tanya-tanya dari sisi medis saja. Kebetulan selain salah satu ahli akupunktur terkemuka di Jakarta dia juga memang seorang dokter. Bukan hanya dia, istrinyapun juga dokter. Dokter spesialis malah mereka.

Lalu kenapa saya takut dengan akupunktur?

Persepsi Saya Tentang Akupunktur

Dari pemahaman saya yang sangat terbatas ini, akupunktur merupakan metode penyembuhan kuno yang dilakukan dengan merangsang simpul-simpul syaraf dengan cara menusukkan jarum berukuran sangat kecil.

Sebagai orang awam yang mempelajari ilmu biologi hanya saat sekolah, saya tahu kalau syaraf merupakan jaringan menyerupai kabel yang sangat rumit dan sangat kecil, berpusat dari otak menuju seluruh tubuh untuk mengirim dan menerima sinyal. Misalnya dari permukaan kulit syaraf memberi sinyal pada otak bahwa terasa panas, otak mengirim sinyal pada otot-otot tangan untuk menggerakkannya menjauh dari sumber panas.

Apakah selalu sesederhana itu? Tidak juga. Sistem syaraf jugalah yang mengendalikan organ-organ vital dalam tubuh seperti jantung misalnya.

Pernah melihat film kungfu dimana si jagoan melumpuhkan lawan, membuatnya tidak dapat bergerak sama sekali bahkan berhenti bernafas bukan dengan pukulan keras tapi dengan totokan jari ke beberapa titik pada tubuhnya seperti leher misalnya?

Seperti itulah terapi akupunktur dalam benak saya. Beda antara akupunktur dan totok jari ai jagoan kungfu hanya pada cara menyentuh simpul syaraf. Praktisi akupunktur mengunakan jarum halus yang ditusukkan ke dalam tubuh sementar si jagoan kungfu meggunakan tekanan dari luar tubuh.

Bisa kita menganalogikan terapi akupunktur dengan memperbaik jaringan kabel listrik. Kalau lampu mati, kita cari simpul-simpul salam jaringan kabelnya untuk melokalisir jalur yang terganggu, lalu setelah ditemukan titik putuanya, kita sambung lagi agar lampu kembali menyala. Atau kalau mau lebih presisi analoginya mungkin dengan jaringan komunikasi data digital sistem jaringan komputer.

Persoalannya apapun analoginya, kalau kabel itu keliatan barangnya. Gede pula. Jadi kita tahu dimana letak sumbernya dimana letak simpulnya, dimana letak jalurnya, dimana letak ujungnya. Lha syaraf? Selain sangat halus dia juga tersembunyi jauh di dalam tubuh, tertutup kulit dan otot.

Logika saya, artinya para praktisi dalam melakukan terapi akupunktur cenderung meraba-raba. Kombinasi antara pengetahuan mengenai anatomi khususnya peta jaringan syaraf, feeling dan pengalaman, membuat dia “tahu” titik yang harus dia tusuk.

Sengaja kata tahu saya kasih tanda kutip karena mereka tahu tanpa melihat. Bahkan tidak pernah melihat.

Takut Terapi Akupunktur

Saya berusaha berbaik sangka saja. Saya nggak mau bilang kalau terapis akupunktur bisa bodoh, ceroboh, pikun, dan parameter-parameter negatif lain. Saya ambil asumsi positif saja bahwa semua tetapis akupunktur itu ahli dan teliti. Tapi bukankah Tuhan sendiri menciptakan manusia sebagai makhluk yang tidak luput dari berbuat salah? Meskipun anggaplah itu sesuatu yang tidak disengaja.

Bagaimana kalau dia menusuk titik untuk menghilangkan keluhan sakit pinggang misalnya, tapi tanpa sengaja dia mengenai simpul syaraf lain. Lalu alih-alih sakit pinggang hilang malah “si otong” jadi lunglai misalnya?

Nggak ngeri? Kalau saya sih iyes. Takut bukan sekedar ngeri. Tingkat ketakutannya cukup tinggi untuk membuat saya “say no to akupunktur.

Jadi balik ke cerita teman saya, kalau saya ngobrolin keluhan kesehatan lalu dia menawarkan terapi akupunktur untuk menyelesaikannya, saya ya nyari-nyari alasan yang sopan untuk menolak halus dan memilih solusi lain.

Padahal temen saya itu sangat reliable. Cerdas, teliti, amanah lah pokoknya. Sementara kepakarannya di bidang akupunktur juga sangat mumpuni. Every now and then dia terbang ke beebagai kota di.Tiongkok untuk terus memperdalam ilmunya. Salah satu pakar terapi akupunktur di Jakarta yang paling top lah.

Terapi Akupunktur di Bali

Entah karena komunitas keturunan Tionghoa di Bali tidak sebanyak di kota-kota besar lain di tanah air seperti Jakarta atau ada alasan lain, popularitas penyembuhan dengan terapi akupunktur di Bali tidak sepopuler di kota-kota besar lain.

Kemungkinan penyebab lain, Bali juga memang memiliki aneka metode pengobatan tradisional yang berakar dari keluhuran ilmu masa lampau. Seperti kita bisa melihat bagaimana masyarakat Bali masih lekat melaksanakan tradisi mereka dari sisi religi, soal kesehatanpun demikian. Dari “balian” yang lebih berat ke sisi spiritual sampai “usada” yang menggunakan cara-cara yang lebih bisa difahami dengan logika ilmiah, sudah turun temurun menjadi referensi penyembuhan masyarakat Bali.

Sementara itu sebagai salah satu ibu kota pariwisata dunia dimana aliran manusia dari berbagai bangsa, kebanyakan sebagai wisatawan tapi ada juga sebagian yang menetap, aneka metode penyembuhan tradisional maupun modern turut masuk ke Bali, tak terkecuali akupunktur.

Jadi kalau kita bicara praktek penyembuhan terapi akupunktur di Bali, ada meskipun belum begitu populer.

Akupunktur Hewan

Kegemaran memelihara hewan semakin tumbuh seiring dengan perkembangan sosial ekonomi masyarakat.

Terapi Akupunktur Hewan di BaliKalau sudah bicara hewan peliharaan, meskipun ada orang-orang yang memiliki selera ekstrim dalam memilih hewan peliharaan, yang paling banyak menjadi pilihan tentunya adalah anjing dan kucing.

Ada juga yang memelihara hewan dan menghubungkannya dengan keyakinan agama, seperti yang beragama Islam tidak menyukai anjing karena faktor najis dan memilih kucing karena selain tidak najis dipercaya sebagai hewan kesayangan nabi. Tapi ada juga yang tidak, misalnya mereka yang beragama Islam bahkan berhijab tapi menyayangi anjing.

Kalau dulu hewan peliharaan sering ditempatkan menjadi kasta kedua di dalam rumah, misalnya tidur di luar rumah atau makan nakanan sisa manusia misalnya, sekarang kondisinya sudah jauh berbeda. Sekarang hewan peliharaan menjadi anggota keluarga yang setara dengan manusia. Tidurnya tidak hanya di dalam kamar bahkan di ranjang. Atau kalaupun tidak diperkenankan tidur di ranjang bersama pemiliknya, mereka disediakaj kasur khusus yang tidak kalah nyaman dan mahal.

Makananpun begitu. Mereka bukan hanya berbagi makanan yang sama dengan anggota keluarga lain, tapi disiapkan khusus karena dengan alasan kesehatan mereka tidak boleh makan makanan berbumbu apalagi bumbunya garam atau MSG. Tapi kualitas bahan makanannya setara.

Perhatian terhadap kesehatan hewan peliharaanpun tidak kalah prima. Selain pilihan klinik kesehatan hewan yang nyaman dan memiliki perlengkapan layaknya rumah sakit untuk manusia, para pemilik hewan sering kali memilih klinik yang digawangi dokter-dokter hewan senior yang sarat pengalaman, meskipun konsekuensinya jelas tercermin dalam angka yang muncul di atas tagihan.

Saat pengobatan medis diyakini tidak bisa memberikan jawaban memuaskan atas masalah kesehatan yang dialami hewan peliharaan, pengobatan alternatif yang berakar pada tradisi lawas diambil sebagai pilihan. Salah satunya terapi akupunktur pada hewan.

Terapi Akupunktur Hewan di Bali

Kalau terapi akupunktur untuk manusia di Bali tidak sepopuler di kota-kota besar lain, terapi akupunktur pada hewan di Bali sudah banyak menjadi pilihan para pemilik hewan peliharaan di Pulau Dewata ini.

Mungkin kombinasi antara semua yang saya sebutkan dari awal. Kalau manusia, bisa jadi ada banyak yang seperti saya, takut dengan akupunktur. Ada banyak juga yang takutnya bukan pada akupunkturnya tapi pada jarumnya. Tapi kalau untuk tubuh lain, bukan tubuh sendiri, bisa jado kita lebih mudah menerima.

Selain itu pilihan pengobatan alternatif lain yang cukup banyak di Bali umumnya hanya melayano manusia. Sebut saja pengobatan tradisional Usada Bali yang berakar pada tradisi asli Bali atau chiropractic yang nggak beda-beda amat dengan pijat tapi dibawa dari barat sehingga terkesan lebih modern, biasanya hanya melayani manusia saja.

Sementara terapi akupunktur pada hewan di Bali sudah tersedia. Ada yang juga melayani manusia, ada pula yang benar-benar megkhususkan diri pada hewan.

Salah satu masalah kesehatan hewan yang sering dicari solusinya melalui terapi akupunktur adalah masalah yang berhubungan dengan ortopedi, misalnya hewan yang mengalami kecelakaan seperti tertabrak sehingga tidak bisa berjalan lagi.

Kalau hewan yang menjadi korban kecelakaan itu mengalami trauma tulang yang bisa diselesaikan dengan cara operasi, pembedahan bisa menjadi pilihan. Biasanya tulag yang patah disambung dengan bantuan pen logam melalui operasi. Setelah tulang kembali menyambung secara alami, dilakukan operasi lagi untuk mencabut pennya. Ada beberapa dokter hewan senior yang menjadi referensi untuk bedah tulang di Bali.

Tetapi kalau traumanya terjadi pada tulang punggung yang selain patahan juga menyebabkan kendali syaraf terganggu, biasanya pembedahan tidak menyelesaikan masalah. Dokter hewan spesialis bedah tulang di Bali belum secanggih Noel Fitzpatrick, dokter hewan berkebangsaan Swedia yang sering kita lihat di layar kaca dalam acara The Supervet.

Untuk kasus seperti itu, biasanya terapi akupunktur hewan yang dilakukan secara rutin bisa memberi harapan. Di Bali populasi anjing baik yang dipelihara maupun yang liar, baik ras luar maupun ras asli Bali, memang sangat banyak. Sementara kepedulian manusia untuk berhati-hati berkendara memang umumnya relatif minim, tidak terkecuali di Bali.

Tidak mengherankan kalau terapi akupunktur hewan di Bali cenderung lebih populer.

Power Window Honda BRV

Setelah lumayan lama aman, masalah power window Honda BRV yang saya pakai sehari-hari kembali muncul.

Kejadiannya persis sama dengan kejadian duluan, kira-kira setahun lalu. Posisi kaca yang bermasalah juga sama, pintu penumpang depan alias pintu depan kiri.

Mulainya kadang mau kadang nggak dinaikkan. Kalau turun lancar. Kalau naik mesti beberapa kali tarik lepas tombol, nanti entah setelah berapa kali dia mau naik. Setelah beberapa lama, naiknya makin susah. Perlu dibantu dari tombol sentral di pintu sopir. Lama-lama ditarik dari pintu sopirpun mulai main-main, kadang mau kadang nggak, perlu beberapa kali tarik.

Masalah Power Window Honda BRVSeperti biasa, kalau masih bisa meskipun agak ngeselin, males juga sengajain mesti ke bengkel cuman buat service power window saja. Apalagi bengkel service power window di Bali nggak banyak bertebaran kayak di kota-kota besar lain, jadi ya terpaksa harus ke bengkel resmi. Kepikirnya “Ya sudah sekalian service rutin sajalah nanti”, sesederhana itu.

Sialnya setelah sekitar 2 bulanan dari pertama kali bermasalah, akhirnya sama sekali nggak berfungsi dimana kaca bisa turun lancar, setelah itu nggak mau naik lagi. Dicoba-coba puluhan kali tarik tekan, dicoba dari pintu sopir, tetap nggak bisa. Untungnya kejadiannya pagi dan hari kerja, jadi bengkel resmi Honda di Bali pada buka, meskipun terpaksa antri karena masuk tanpa booking.

Perbaikannya sendiri kayaknya nggak lama, sepertinya nggak sampai sejam. Nggak pake bayar apa-apa juga yang jelas artinya nggak ada acara ganti spare part. Cuman nunggu antriannya itu aja yang agak-agak. Kebetulan memang waktu itu menjelang akhir bulan puasa, sudah dekat lebaran, jadi bengkel resmi Honda di Bali rata-rata kebanjiran mobil-mobil yang sengaja cek up untuk siap-siap dibawa mudik.

Nah sekarang ini kejadia lagi. Persis sama, sekitar sebulan apa dua bulan lalu, kaca penumpang depan mulai main-main. Persis sama, dinanti-nanti dengan pikiran sekalian service rutin. Persis sama, waktunya service rutin belum nyampe udah keburu macet total. Persis sama, antrean bengkel lumayan panjang karena seperti kebanyakan kantor dan tempat usaha, bengkel Honda di Bali baru pada libur 3 hari berturut-turut untuk merayakan Galungan.

Jadi inilah saya terdampar lagi di bengkel nunggu antrian untuk service power window Honda BRV yang mogok lagi.

Iseng sambil nunggu, saya mulai browsing-browsing mencari referensi mengenai keruasakan power window Honda BRV melaui Google dan Youtube. Penasaran juga soalnya. Mobil saya belum tua-tua amat. Waktu kejadian pertama sekitar setahun lalu, mobil saya umurnya baru setahun lebih. Kampas rem saja belum ganti, masa iya power window bermasalah duluan. Sekarang meskipun kilometernya sudah 80 ribuan, umurnya baru dua tahunan. Ban aja baru ganti beberapa minggu lalu. Busi baru ganti sekali. Masa iya power window udah rusak. Lagian buka tutup kaca juga jarang-jarang karena hampir selalu AC hidup.

Baru ngeh, meskipun yang khusus membahas kerusakan power window Honda BRV jarang banget, tapi yang membahas masalah power window mobil Honda lain, terutama Mobilio dan Brio bejibun. Masalahnya rata-rata juga sama, kaca penumpang depan main-main. Kaca di pintu-pintu lain sepertinya pada aman-aman aja. Rasa-rasanya memang BRV, Mobilio, dan Brio ini sebelas dua belas. Jadi kondisinya nggak akan beda-beda banget, lha partnya aja banyak yang sama.

Apa masalah power window Honda BRV dan saudara-saudaranya ini memang masalah umum? Entahlah. Tapi koq sepertinya begitu.

Saya memang agak kederan sama masalah power window ini. Dulu-dulu perbaikan masalah power window BMW seri 3 sekali rusak bisa jutaan. Begitu juga power window Ford Ranger yang juga parkir di garasi saya, lumayan menguras isi kantong. Tapi setelah saya cari-cari di Toped, spare part power window Honda BRV harganya nggak mahal-mahal amat. Regulator power window BMW seri 3 memaksa saya merogoh saku hampir 3 juta, untuk regulator power window Honda BRV di Toped harganya cuma 300 ribu saja. ya di bengkel resmi pastilah mahalan tapi kan kalopun sampe 2 kali lipat tetep cuma 60p ribu.

Di Youtube ternyata banyak video DIY alias “do it yourself” perbaikan masalah power window mobil Honda Mobilio yang dalam banyak hal setali tiga uang dengan Honda BRV.

Semua video-video yang saya temukan di Youtube merujuk pada persoalan yang sama, kaca pintu penumpang depan. Penyebanya juga semua sama, switch, tombol yang ditarik untuk membuka dan ditekan saat menutup itu. Mau diganti harganya nggak mahal. Cek Toped harga switch power window Honda BRV hanya di kisaran 200-250 ribu saja. Tapi ternyata itupun tidak perlu. Cukup sediakan sedikit waktu dan ketelatenan untuk membersihkan kutub-kutub di dalam body switch untuk melancarkan aliran listrik, dan masalahpun teratasi.

Berapa biaya perbaikan power window Honda BRV dengan cara DIY ini? Gratis. Berapa banyak waktu yang diperlukan? Kalau lihat di Youtube sih kayaknya nggak sampai sejam. Mungkin sekitar 30 menitan saja.

Okelah. Mobil terlanjur masuk bengkel dan saya terlanjur ditanam menunggu berjam-jam disini. Lain kali kalau masalahnya muncul lagi, dan meskipun nggak ngarep tapi liat polanya saya yakin akan muncul lagi, akan saya coba DIY membersihkan kutub-kutub di switch.

Selamat Jalan Tommy Page

Tommy Page meninggal dunia. So what? Memang siapa dia? Rasanya seumur-umur saya belum pernah menulis sesuatu tentang meninggalnya seseorang. Atau mungkin pernah, saat ibu saya berpulang. Apalagi kalau sosok itu sama sekali tidak saya kenal secara pribadi. Michael Jackson sebagai musisi rasanya jauh lebih tenar dibanding Tommy Page. Saat kabar kematiannya tersiar dan seseorang dalam satu obrolan ngasih tahu, kalo nggak salah saya hanya bereaksi “Kasian banget … emang kenapa matinya?”

Lalu apa keistimewaan Tommy Page sampe saat dia dikabarkan meninggal saya sampe nyempetin ngeblog? Hmmm. Mungkin keistimewaannya bukan dari sisi prestasinya sebagai musisi. Tapi dari sisi kesan yang pernah ditorehkannya dalam hidup saya. Bukan dia yang menorehkan kesan kali ya, kesan mengenai dia itu yang tertoreh cukup dalam di ingatan saya. Popularitas Tommy Page mendunia mulai akhir 1980-an. Saat itu saya seorang remaja. Anak SMA tepatnya. Lagi galau-galaunya, lagi sibuk-sibuknya mencari jati diri. Menemukan tempat di dalam lingkungan sosial saya, teman-teman sepermainan yang hampir semuanya ya teman-teman sekolah, teman-teman SMA.

Saat itu, kalangan remaja laki-laki seumur saya, atau mungkin setidaknya teman-teman sepermainan saya, sedang gandrung-gandrungnya dengan heavy metal. Nama-nama grup seperti Sepultura dan Metallica menjadi idola bersama. Jangankan lagu-lagu pop melankolis, ketahuan mendengarkan lagu-lagu slow rock dari grup-grup seperti Bon Jovi atau Gun’s N Roses misalnya, bisa menjadikan kita bulan-bulanan ejekan. Saat itu istilah “bully” rasanya belum dikenal.

Tapi kenyataannya memang setiap orang mungkin memang diciptakan dengan sisi romantis dan melankolis juga. Jadi saya, dan saya tahu persis sejumlah teman-teman saya juga, menyembunyikan kaset-kaset mellow yang hanya didengarkan saat lagi sendirian saja. Ada tempat khusus untuk menyembunyikannya sehingga kalau teman-teman datang, apapun yang mereka lakukan mereka tidak mungkin dapat menemukannya. Selain menyembunyikan baik-baik, biasanya saya juga hanya berani memutarnya larut malam. Saat tidak mungkin ada teman yang tiba-tiba datang.

Sebagian teman, saat “kebelet” banget ya mendengarkan dengan headphone setelah memastikan pintu kamar dikunci rapat-rapat. Tapi memang resikonya tetap sangat tinggi, karena kalau ada yang mendadak datang, kaset buru-buru disembunyikan. Artinya disembunyikannya masih di dalam kamar juga. Sementara kalau teman datang dan pintu kamar dalam keadaan terkunci, mereka pasti sangat curiga dan tanpa basa-basi lagsung menggeledah seperti KPK. Well, waktu itu sih yang namanya KPK bau-baunya sajapun belum kecium benernya.

Namanya koleksi rahasia memang tidak bisa banyak-banyak. Susah ngumpetinnya. Salah satu yang ada dalam koleksi rahasia saya adalah album-album Tommy Page ini. Itu yang membuat musisi, atau tepatnya penyanyi, yang satu ini jadi sangat berkesan buat saya. Saat kabar kematiannya membuat ingatan saya kembali melayang ke masa-masa itu. Ya pastinya lengkap dengan aneka perasaan galau khas anak remaja yang kebanyakan kegalauannya gak jauh-jauh dari urusan cewek. Pas lah sama lagu-lagunya Tommy Page itu.

Selepas SMA sebetulnya saya sudah tidak lagi mendengarkannya. Seingat saya sih koleksi itu turun ke adik saya. Saya kemudian lebih menggandrungi jenis musik lain dan, jangankan Tommy Page, lagu-lagu pop dari musisi-musisi yang lebih popuperpun saya mungkin hanya mendengar kalau diputar di kendaraan umum dimana saya tidak mempunyai kekuasaan untuk memilih memutar kaset atau CD apa. Tapi rasa-rasanya popularitasnya juga semakin memudar. Sudah tidak lagi terdengar kabar ada album baru atau berita-berita sejenisnya.

Anyway … Selamat jalan Tommy Page. Kematiannya yang tragis di usianya yang relatif masih sangat muda cukup mengagetkan. Terima kasih sudah perna memberi warna pada hidu saya, di rentang usia yang paling berwarna.

Saat Mesin Ford Ranger Susah Dihidupkan, Mungkin Busi Pemanas Masalahnya

Sebagai newbie dengan mobil bermesin diesel, saya dipaksa untuk banyak belajar, karena ternyata ada banyak sekali perbedaan antara mobil bermesin diesel dan mobil bermesin bensin. Perbedaan karakter muncul dari perbedaan prinsip kerja mesin. Disitulah wilayah yang harus dipelajari, supaya bisa memperlakukannya dengan benar, dan kalau ada masalah bisa memperbaikinya sendiri, atau setidaknya tidak “dikadalin” bengkel.

Salah satu perlakuan khusus mesin diesel – tidak terkecuali Ford Ranger – adalah keharusan untuk memberi waktu untuk busi pemanas bekerja saat menghidupkan mesin. Caranya sederhana, putar kunci ke posisi on, tunggu sampai lampu “glowing” di dashboard yang menyala begitu kunci diputar ke posisi on sampai padam lagi, baru lanjutkan putaran kunci untuk menghidupkan mesin. Lampu glowing ini biasanya berwarna kuning dengan tanda berbentuk spiral. Menyalanya tidak lama, mungkin sekitar 20-30 detik saja.

Itu dulu pesan penjual saat saya membeli mobil, yang saya ikuti dengan khidmat tanpa bertanya.

busi-pemanas-ford-rangerSaya baru mulai faham makna ritual tersebut setelah mengalami masalah, dimana mesin Ford Ranger susah dihidupkan di pagi hari. Ternyata masalah tersebut diakibatkan oleh kerusakan pada busi pemanas Ford Ranger saya. Sang mekanik menjelaskan bahwa solar tidak dapat terbakar dalam keadaan dingin. Jika mesin sudah panas, panas mesin ini sudah cukup untuk menaikan suhu solar sehingga bisa dibakar. Pada saat mesin dingin, busi pemanas inilah yang memegang peranan, memanaskan solar di ruang bakar sehigga mobil bisa dihidupkan.

Bentuk busi pemanas Ford Ranger kurang lebih sama dengan busi pemanas mesin diesel lainnya. Bentuknya mirip dengan busi yang biasa dipakai mobil bermesin bensin, tetapi lebih langsing. Fungsinya memang jauh berbeda, busi biasa fungsinya memantik api, busi pemanas fungsinya menaikan suhu. Kalau dilihat dari cara kerja, lebih mirip kepala solder (alat patri elektronik). Hanya saja dibandingkan dengan solder, busi pemanas bisa mencapai suhu yang jauh lebih tinggi dalam waktu yang sangat singkat.

Pilihlah Busi Pemanas Orisinal

busi-pemanas-orisinil-ford-rangerSeperti biasa, onderdil mobil selain yang orisinil, keluaran pabrikan mobil atau diproduksi pemasok pabrikan, ada banyak produk dengan kualitas lebih rendah yang dipasaran dikenal dengan istilah produk KW. Tapi untuk komponen yang satu ini pilihlah produk yang orisinal.

Saat pertama mengalami masalah yang diakibatkan oleh rusaknya busi pemanas, saya memilih produk KW alih-alih membeli busi pemanas orisinil Ford Ranger saya. Padahal waktu itu si penjual sudah mengingatkan saya. “Pak, kalau mobil mau dijual lagi nggak apa-apa pakai KW, tapi kalau mobil dipakai sendiri sebaiknya pilih yang orisinil saja”, sarannya. Sayangnya saya memilih untuk tidak mengindahkannya dengan berfikir mungkin itu hanya sekedar trik pedagang supaya saya membeli barang yang lebih mahal.

Ternyata hanya dalam waktu beberapa bulan saya mengalami masalah yang sama lagi. Suatu pagi mesin Ford Ranger saya sama sekali tidak dapat dihidupkan. Meskipun sudah didorong bahkan diganti akinya, mesin tetap tidak bisa dihidupkan. Ternyata setelah diperiksa, mekanik menjelaskan bahwa keempat busi pemanas mati total. “Kalau mati satu-dua saja biasanya sulit hidup tapi masih bisa Pak, tapi kalau keempatnya mati ya meskipun di dorong satu kilometer ya nggak bisa, karena solar dingin nggak mungkin bisa terbakar”, jelasnya.

Nah ada label dari merk pabrikan pada kemasannya, pada badan busi terdapat logo pabrik pemasoknya. Biasanya memang merk-merk ternama. Dalam kasus saya, busi pemanas orisinil Ford Ranger yang saya beli bermerk NGK. Pastinya kita sudah sangat kenal produk busi NGK. Nah yang KW saya beli beberapa bulan sebelumnya, merknya nggak jelas, plesetan, NDK.

Harga Busi Pemanas Orisinil Ford Ranger

harga-busi-pemanas-ford-rangerMemang satu-satunya alasan memilih onderdil berlabel KW ya karena harganya yang jauh lebih murah. Sering kali murahnya bahkan terasa “kelewatan”. Biasanya sih saya sendiri cukup toleran dengan barang KW untuk onderdil yang tidak terlalu vital, biasanya tidak berhubungan dengan mesin tapi lebih ke sektor mekanik, seperti komponen kaki-kaki misalnya. Tapi kalau urusan mesin – kecuali kantong cekak banget – sebaiknya pakai komponen orisinil saja. Apalagi untuk busi pemanas saya sudah punya pengalaman buruk dengan busi pemanas Ford Ranger KW.

Pada kejadian sebelumnya, saya membeli busi pemanas Ford Ranger KW dengan harga hanya Rp. 85.000 per buah. Kemasannya berupa kardus putih polos. Di businya di-emboss merk NDK. Setelah masalah berulang hanya dalam waktu beberapa bulan, saya membeli busi pemanas orisinil. Kemasannya sama-sama kardus putih tetapi terdapat logo Ford lengkap dengan part number. Semenara di dalam ter-emboss logo NGK. Kalau dibandingkan memang secara kasat matapun terlihat bahwa yang KW lebih kasar buatannya. Harganya lebih dari tiga kali lipat. Harga busi pemanas Ford ranger orisinil yang saya beli adalah Rp. 300.000 per buah.

Pemasangan Busi Pemanas Ford Ranger

pemasangan-busi-pemanas-ford-rangerMemasang busi pemanas Ford Ranger – mungkin busi pemanas mobil bermesin diesel lainnya juga sama – kurang lebih sama dengan busi pada mesin berbahan-bakar bensin. Letaknya menancap ke ruang bakar. Kalaupun ada perbedaan, mungkin hanya ukuran kunci yang dipakai saja, karena busi pemanas memang lebih langsing. Satu lagi beanya, kalau busi mesin bensin masing-masing ujung atasnya dicolok kabel sendiri-sendiri, ujung atas busi pemanas justru disatukan sebelum dihubungkan pada arus listrik secara bersamaan dengan satu kabel.

Yang sedikit lebih menantang mungkin menentukan busi mana yang rusak, karena biasanya busi pemanas tidak rusak semua secara bersamaan. Kita bisa menebak ada yang rusak kalau mesin mobil sulit dihidupkan terutama di pagi hari. Kalau sama sekali tidak bisa hidup, mungkin semua rusak. Tapi kalau hanya sekedar sulit dihidupkan, kemungkinan besar yang rusak hanya satu atau dua saja.

Jadi kita mesti memeriksa satu persatu. Tidak terlalu sulit, hanya perlu telaten saja. Cabut busi pemanasnya, hubungkan langsung dengan listrik dari aki. Kalau panas berarti masih normal. Kita juga bisa menguji tanpa memanaskannya tetapi dengan mengkorsletkannya.

Meyakinkan Bahwa Mesin Susah Hidup Akibat Busi Pemanas Rusak

Seperti biasa, satu gejala bisa disebabkan beberapa kemungkinan penyebab. Soal mesin Ford Ranger susah dihidupkan juga begitu. Tidak serta merta kalau mobil diesel susah dihidupkan di pagi hari berarti yang rusak adalah busi pemanas. Tapi menebaknya sih gampang saja. Kalau busi pemanas ada yang rusak, biasanya mobil bisa hidup setelah glow plug beberapa kali hidup. Caranya putar kunci kontak ke posisi on, tunggu sampai indikator glow mati, lalu ulang lagi beberapa kali.

Kalau sekali dihidupkan sulit, dua kali dihidupkan sulit, tapi setelah beberapa kali busi pemanas dihidupkan dengan cara di atas mesin bisa hidup, kemungkinan besar ada busi pemanas yang rusak. Tapi kalau busi pemanas sudah berulang kali dihidupkan tetapi mesin tidak juga bisa menyala, kemungkinan besar masalahnya lain lagi.

 

Menanti Pertarungan Terakhir Formula-1 2015

Masih seminggu lagi, tapi gak sabar banget rasanya menunggu seri terakhir kejuaraan dunia Formula 1 yang akan digelar di sirkuit padang pasir Yas Marina di Abu Dhabi pada akhir pekan depan ini. Banyak penggemar Formula 1 mengganggap seri ini tidak akan seru lagi. Bukan hanya gelar juara dunia yang sudah dikunci Lewis Hamilton pada seri yang digelar di Austin, Amerika Serikat, saat gelaran masih menyisakan 3 seri lagi, gelar runner-up pun sudah dikunci rekan setimnya di Mercedes, Nico Rosberg, pada seri balapan yang digelar di sirkuit Interlagos, Brazil, minggu lalu. Dengan menempatkan dua pembalapnya sebagai juara dan runner-up, jelas juara dunia konstruktor pun sudah berada di genggaman tim Mercedes. Sementara urutan ke-3 pun sudah pasti berada di tangan pembalap Sebastian Vettel yang membalap untuk tim Ferrari.

Karena sudah tidak ada yang dipertaruhkan lagi, banyak yang menganggap balapan sudah tidak akan seru lagi karena praktis tidak ada lagi gelar kejuaraan yang dikejar. Tapi saya menduga yang terjadi justru sebaliknya. Dalam balapan di seri-seri sebelumnya. pembalap fokus pada mengejar jumlah poin sebanyak-banyaknya untuk menjaga kesempatan meraih gelar juara. Dalam kondisi seperti ini kebanyakan pembalap akan menjaga keseimbangan antara mengejar posisi terdepan supaya mendapatkan poin sebanyak-banyaknya sambil tetap mengelola resiko supaya tetap berada dalam posisi aman dan tidak mengalami hal buruk yang dapat membuatnya justru kehilangan poin. Contoh saja, pembalap yang berada di posisi kedua misalnya, mungkin akan memilih bermain aman dan tidak bertarung mengejar pembalap didepannya untuk mendapat tambahan 5 poin dengan resiko kecelakaan yang dapat membuatnya justru kehilangan 20 poin.

Saya justru berharap sebaliknya. Saat membalap tanpa beban dan tanpa resiko, mereka akan tampil habis-habisan.

Saya kira soal keselamatan, pembalap sejati sama dengan pebisnis ulung, mereka tahu persis mengelola resiko, tahu persis batas maksimal, dan tidak ragu untuk sekali-sekali melangkah melampauai batas itu jika memang diperlukan. Selain itu pastinya semua pembalap tahu kecanggihan sistem keamanan balapan kelas dunia seperti Formula 1, dari mulai regulasi sampai perangkat yang dipakai, tidak hanya di mobil dan mesin tetapi juga yang menempel di badan pembalap seperti pakaian, helm, HANS, dll. Tidak ketinggalan juga soal trek balapan, dari rancangan sirkuit, kualitas aspal, sampai fasilitas pendukung dari mobil derek sampai dokter yang stand-by duduk di dalam mobil ber-spek balap dengan mesin hidup.

Apakah Hamilton Mendukung Rosberg?

Meskipun tidak seheboh kasus di MotoGP yang melibatkan Valentino Rossi, Marc Marquez, dan Jorge Lorenzo, saya mendapat kesan bahwa Lewis Hamilton membantu rekan setimnya Nico Rosberg untuk mengunci posisi runner-up secepatnya. Hamilton punya kecepatan yang sangat bagus dan secara konstan menguntit Rosberg dari jarak yang cukup dekat. Tetapi sepanjang balapan sama sekali tidak terlihat upayanya untuk menyalip. Alih-alih menyalip, dia seperti berusaha tetap menyelip diantara Rosberg di depan dan Vettel yang membayangi di posisi ke-3. Nampak jelas bahwa selain tidak berusaha mengejar, Hamilton juga berusaha melindungi Rosberg dari kemungkinan tekanan Vettel yang meskipun mungkin Ferrari tidak sekencang Mercedes, tapi kombinasi pengalaman dan determinasi bisa saja membuat pembalap Ferrari itu sanggup membalik keadaan.

Tentu ini tidak lepas dari soal hitung-hitungan angka. Kalau sampai Hamilton lengah mengawal Rosberg dan Vettel lolos dan berhasil menyalip Hamilton dan menempel Rosberg di posisi kedua, maka gelar runner-up baru bisa ditentukan di seri terakhir. Apalagi kalau sampai Vettel kemudian juga berhasil menyalip Rosberg, selain penentuan gelar runner-up harus menunggu satu seri lagi, situasi juga berbalik, kans Vettel jadi lebih baik dari Rosberg. Demikian juga kalau Hamilton mengejar ambisinya sendiri dan menyalip Rosberg untuk meraih kemenangan. Situasinya akan sama, apakah Vettel menempel Rosberg di posisi ke-3 tau Vettel lalu juga berhasil menyalip Rosberg dan bertukar posisi.

Pastinya tidak seperti ributnya para pendukung Rossi di MotoGP, saya merasa kalau benar Hamilton “mengalah” dan mendukung Rosberg, sah-sah saja. Sama sekali tidak ada yang salah dengan itu. Justru bagus, menekan ego sendiri demi tim yang dibela bersama.

Yang Terpenting dari Kecanggihan Fitur Ford Ranger 2015

Setelah beberapa lama menggunakan Ford Ranger double-cabin untuk wara-wiri sehari-hari, salah satu hal yang cukup mengesankan saya adalah adanya 2 colokan ekspansi listrik di dashboard. Ada satu colokan kosong selain colokan yang ditempati cigarette lighter alias korek api khusus untuk menyalakan rokok. Memang agak aneh sih, meskipun sekarang merokok sangat-sangat tidak disarankan apalagi di dalam kabin mobil yang kecil, tertutup dan relatif kedap, ber-AC pula. Semakin jarang lho sekarang orang yang berkendara dengan AC mati.

Tentulah ada banyak kelebihan lain dibanding mobil lain yang membuat semakin lama memakai semakin terasa nyamannya, meskipun seperti juga kendaraan lain, memang ada juga kekurangannya. Ada juga kekurangan yang terpaksa kita terima sebagai kompensasi langsung dari kelebihannya. Misalnya saja bodinya yang tinggi membuatnya tidak se-stabil sedan saat dikendarai dalam kecepatan tinggi. Tapi soal jalan jelek atau banjir, tinggal libas tanpa perlu khawatir.

Sebagai pemakai Ford Ranger, kehadiran tipe terbaru yang baru saja diperkenalkan di tanah air tentu saja membuat “hati bergetar”. Sangat mengagumkan. Keren dan sarat fitur. Sayangnya dengan bandrol yang hampir setengah milyar tentulah bukan sesuatu yang bisa saya pinang untuk dibawa pulang.

Selain tampangnya yang berubah radikal menjadi semakin elegan, fungsi-fungsi dan kelebihan utamanya bukan hanya tetap ada tetapi semakin dipertajam. Sebut saja ground clearance alias kolong yang tinggi, bak yang cukup besar untuk mengangkut barang, dan adanya opsi 4×4 yang membuatnya semakin tangguh khususnya di medan off-road, sejumlah fitur canggih juga turut dibenamkan. Setuju kalau Ford Ranger 2015 ini diklaim merupakan double cabin paling canggih di pasaran.

Fitur cruise controlnya tidak hanya mampu menjaga kecepatan konstan sehingga kita tidak harus menginjak gas terus menerus tetapi dilengkapi dengan kata adaptive di depannya. Ya, ada fitur adaptive cruise control di Ford Ranger 2015 ini. Selain menjaga kecepatan konstan, fitur ini memungkinkan mobil secara otomatis menurunkan kecepatan saat ada mobil atau halangan lain di depan untuk menjaga jarak aman.

Sens0r-sensor adaptive cruise control pada Ford Ranger 2015 ini juga tetap bekerja saat cruise control dimatikan dalam fungsi forward alert. Saat fitur cruise control mati, pengemudi harus menekan pedal gas untuk mengatur kecepatan, tetapi jika ada halangan yang terlalu dekat di depan, sensor-sensornya memberi peringatan berupa getaran pada setir.

Terlena saat meluncur dalam kecepatan tinggi kadang-kadang membuat kita tanpa disadari keluar dari jalur. Kondisi ini sangat rawan dan bisa menyebabkan kecelakaan, entah nyerobot trotoar kalau kita melenceng ke sisi kiri, atau malah tabakan kalau melencengnya ke arah kanan. Ford Ranger 2015 punya fitur lane keeping alert yang akan mengingatkan pengemudi dengan getaran pada setir saat mobil yang dikendarai melenceng keluar dari jalur lintasan. Bagaimana sensor bisa mendeteksi tepian jalan, marka, dan garis-garis putih pemisah lajur, itulah canggihnya.

Parkir di tempat yang terbatas mungkin tidak terlalu menyulitkan saat kita mengendarai mobil berukuran kecil seperti Toyota Agya misalnya, tapi Ford Ranger yang panjangnya lebih dari 5 meter ceritanya agak lain. Untuk membantu pengemudi memarkirkan kendaraanya, ada sejumlah sensor dan kamera di bagian depan dan belakang.

Masih kurang canggih? Ada fitur lain yang lebih “aneh”. Dengan sejumlah sensor dan kamera yang tertanam pada dashboard, Ford Ranger 2015 dapat mendeteksi saat pengemudi mengantuk. Tentu tahu bukan hanya sekedar tahu. Saat pengemudi ketahuan mengantuk, mobil akan segera mengingatkan dengan “teriakan” yang semakin lama semakin nyaring.

Masih banyak fitur canggih lain, tapi sebetulnya sih saya tidak sedang menceritakan fitur-fitur tersebut. Tampilan yang lebih keren luar dalam juga lewat sajalah. Ada banyak koq fotonya di internet sana. Yang paling menarik buat saya adalah adanya colokan listrik AC. Tahu kan listrik AC? Benar, listrik dengan spesifikasi yang sama dengan listrik rumah. Jadi kita tidak lagi memerlukan alat khusus DC untuk menghubungkan perangkat elektronik dengan sumber listrik yang ada di mobil.

Bukan hal yang canggih-canggih amat sih, tapi sangat memudahkan. Kalau soal charger handphone mungkin mudah saja, ada banyak pilihan charger khusus untuk dipakai dengan listrik DC dari aki mobil. Tapi kalau laptop misalnya, belum pernah saya lihat ada charger mobil untuk laptop. Kalau memang mau menggunakan charger laptop di dalam mobil, biasanya satu-satunya cara adalah dengan membeli kemudian memasang inverter, alat untuk mengkonversi listrik DC dari aki mobil menjadi listrik AC layaknya di rumah.

Nah dari serangkaian fitur Ford Ranger 2015, yang paling menarik bagi saya adalah adanya colokan listrik AC di dashboard mobil. Super keren, nggak perlu mikir inverter segala. Bawa laptop dan batrenya habis dalam perjalanan? Tinggal colok, beres. Urutan kedua yang paling menarik dari fitur new Ford Ranger 2015, buat saya tetap berhubungan dengan urusan listrik, yaitu adanya colokan listrik (sayangnya hanya DC saja) di bak belakang. Perlu listrik untuk colokan apapun nggak perlu lagi ngambil jauh-jauh dari dashboard. Benar-benar luar biasa.

Toko Spare Part Ford di Denpasar

Saya hampir nggak pernah beli mobil baru. Pertimbangannya sederhana saja sih, harga. Harga mobil kan hampir sama lah dengan barang elektronik, komputer, atau gadget. Begitu keluar dari toko, bannya nginjek jalanan, harganya sudah turun lumayan. Biasanya saya memilih mobil yang sudah berumur beberapa tahun, supaya penurunan harganya sudah maksimal, sementara kondisinya masih cukup prima. Bukan hampir sih, nggak pernah sama sekali, hehehe.

Tapi sekarang ceritanya sih bukan disitu. Kebiasaan membeli mobil bekas itu sebetulnya juga berhubungan dengan kegandrungan saya dengan mobil-mobil yang (agak) mahal. Biasanya memang justru mobil-mobil di kelas ini tingkat penurunan harganya justru lebih tajam lagi. Konsekuensinya, saya bisa membeli mobil yang lumayan keren, tapi nggak sanggup untuk merawatnya di bengkel resmi. Apalagi kalau bukan karena harga spare part dan juga biaya layanan di bengkel resmi sangat tinggi, ya sekelas lah dengan mobilnya sebetulnya.

Alhasil saya selalu hunting bengkel-bengkel non resmi yang piawai menangani merk mobil yang saya beli, termasuk juga toko-toko yang menjual spare-partnya. Kadang malah di Denpasar tidak ada toko yang menjual, harus mengandalkan dealer resmi. Tapi biasanya sih saya nggak kalah akal, cari channel yang bisa memesan jarak jauh, entah dari Jakarta, Bandung, atau Surabaya.

Nah baru-baru ini saya membawa pulang mobil yang mengusung merk legendaris asal Amerika, Ford. Seperti biasa, saya tidak bisa mengandalkan bengkel resmi Ford di Denpasar untuk merawat mobil saya. Lagi-lagi lah, apa lagi kalau bukan soal fulus alasannya. Jadilah saya mulai hunting bengkel-bengkel non resmi, termasuk jalur-jalur penjualan spare-partnya.

Nanti lagi kita bicara bengkel ya, sekarang kita bicara soal spare part dulu saja.

Ternyata sama dengan bengkelnya, non dealer resmi, toko spare part Ford di Denpasar juga tidak ada. Tidak seperti merk-merk yang populasi mobilnya banyak seperti Toyota, Daihatsu, Honda, dll. Untuk mendapatkan spare part Ford di Denpasar, ada beberapa toko spare part kendaraan di Denpasar yang menjual, tapi tidak spesifik Ford, bersamaan dengan merk-merk langka lainnya seperti BMW, Mercedes, Peugeot, dan lainnya.

Tapi untungnya sih meskipun tidak spesifik menjual satu merk, Ford saja, toko-toko spare part kendaraan ini juga memiliki ketersediaan yang lumayan lengkap, termasuk barang-barang yang besar, langka, dan mahal. Bukan hanya part-part yang kita kenal dengan istilah fast moving seperti filter-filter, kampas rem, atau kopling misalnya, tetapi juga jeroan mesin seperti piston, bahkan unit turbo gelondongan yang per unitnya bisa sampai belasan juta juga ada.

Berikut beberapa toko spare part mobil di Denpasar yang menjual spare part Ford. Berdasarkan pengalaman saya, cukup lengkap dan harganya juga oke punya lah.

Meru Motor

Ini merupakan toko spare part referensi, karena sudah sangat lama ada. Entah sejak kapan, tapi seorang mekanik senior yang saya kenal bilang dari tahun 1968 dia mulai jadi montir, itu toko sudah ada. Letaknya di Jalan Dr. Setiabudi, Denpasar. Untuk mencarinya mudah saja. Dari kawasan toko mas di Jalan Thamrin, melaju ke arah Kerobokan, karena satu arah, nggak mungkin salah. Belok kanan ke arah Ubung, itu sudah Jalan Setiabudi. Pasang mata ke sisi kanan jalan, karena di sisi itulah letak tokonya.

Mau tanya dulu ketersediaan spare part yang anda cari, telepon dulu saja di +62 361 422468. Perlu dicatat, hari Minggu dia tutup.

Sinar Rejeki Motor

Letaknya di ujung utara Jalan Imam Bonjol. Jadi kali ngambil patokan dari persimpangan antara Jalan Teuku Umar dan Jalan Imam Bonjol, ambil arah utara. Lewati kuburan besar di kawasan Tegal, terus saja ke utara. Letaknya persis di ujung perempatan Jalan Gajah Mada, dekat Puri Pemecutan. Posisinya di sisi kanan jalan. Pasti selalu kanan, soalnya arus lalu lintasnya searah.

Jangan terkecoh dengan kondisinya yang nampak sangat sederhana. Boro-boro ruko mentereng, lebih cocok disebut kios. Tapi soal ketersediaan, jangan ditanya lah. Selain kelengkapan aneka spare-part, pilihan kualitas juga banyak. Contoh saja. Saat saya mencari plat kopling, dia punya 4 pilihan dengan harga yang berbeda-beda, dengan rentang harga yang sangat jauh juga.

Fajar Indah Motor

Konon toko ini didirikan mantan karyawan Meru Motor, entah benar atau tidak. Dia ini ruko nih, lokasinya di Jalan Gatot Subroto, tepatnya sedikit ke barat lagi dari perempatan Ubung, di sisi utara jalan. Alamatnya Jalan Gatot Subroto Barat No. 346. Mau tanya ada apa nggak spare part yang kita cari, telepon aja dulu sebelum meluncur, ini nomornya +62 361 428046.

Kayaknya soal harga sedikit lebih mahal dari Meru Motor sih. Kelebihannya dia hari Minggu juga buka, selain itu sigap banget bantu kalau part yang kita cari tidak tersedia.

Begkel AC Mobil di Denpasar

Hidup di kawasan tropis dimana suhu udara cenderung tinggi sepanjang tahun memang membuat keberadaan AC menjadi sangat esensial, terutama di mobil. Apalagi lalu lintas cenderung semakin padat dan macet sehingga menghabiskan waktu berjam-jam di dalam mobil yang terjemur matahari dalam jebakan kemacetan sudah menjadi hal yang biasa. Meskipun tidak separah di kota-kota metropolitan seperti Jakarta dan Surabaya, di Denpasarpun kemacetan sudah menjadi rutinitas. Sementara soal udara panas … hmmm. Turis bule aja berbondong-bondong dateng ke Bali kan dalam rangka mengejar udara panasnya itu.

Beberapa hari lalu, tiba-tiba saja terdengar suara mendecit yang cukup keras yang rasanya muncul dari sekitaran dashboard. Nggak selalu sih, kadang muncul kadang nggak. Kalau muncul biasanya berlangsung sebentar, mungkin sekitar 1 menitan, terus hilang lagi. Hanya saja semakin lama semakin sering dan lama. Coba ini itu akhirnya ketauan kalo suara itu langsung hilang saat AC dimatikan. Beberapa kali dicoba, saat suara itu muncul AC langsung dimatikan, suaranya juga langsung berhenti. Jadilah disimpulkan bahwa suara mengganggu itu muncul dari sistem pendingin ruangan mobil.

Meluncurlah saya mencari bengkel AC. Memang ada banyak bengkel AC mobil di Denpasar. Hanya saja memang agak gampang-gampang susah. Yang kerjanya bener, harga tidak mencekik, lokasinya deket, merupakan kriteria pertimbangan yang membuat pilihan jadi sangat terbatas. Akhirnya saya ingat ada sebuah bengkel AC kecil yang setiap saya lewat selalu ramai, penuh mobil yang kap mesinnya terbuka, pertanda mereka merupakan “pasien” yang sedang ditangani. Lokasinya juga tidak terlalu jauh, bahkan sebetulnya setiap hari saya beberapa kali melewatinya wara-wiri dari rumah ke tempat beraktivitas.

Saat masuk ada 7 mobil lain yang sedang ditangani. Sebagai bengkel rumahan, tidak ada resepsionis yang sigap menyambut pelanggan yang baru datang sehingga saya sedikit jengkel karena merasa dicuekin. Tapi kesan itu segera sirna saat muncul seorang pria ramah yang kemudian langsung menanyakan masalah dengan AC mobil saya.

Sambil ngobrol ngalor-ngidul dia meyisihkan penjelasan saya bahwa suara itu datang dari dalam dashboard setelah dia mendengarkannya sendiri. Untunglah muncul itu bunyi. Biasanya yang susah dengan masalah bunyi-bunyian aneh yang muncul sekali-sekali kan seringkali dia justru malu-malu dan nggak muncul saat ada mekanik. Masih dengan mulut yang tidak berhenti berceloteh dia membuka kap mesin, memilih-milih kunci yang cocok, lalu memutar-mutar beberapa baut. Abrakadabra … dan dalam sekejap suara itupun lenyap.

Menurut penjelasannya, bunyi itu bersumber dari setelan ketegangan belt yang memutar kompresor AC akibat baut penahannya longgar. Karena baut penahannya longgar, setelannya berubah. Begitulah, masalah saya teratasi dalam waktu hanya sekitar 5-10 menit saja.

Yang lebih mengagetkan saya, saat ditanya berapa biaya yang harus saya keluarkan, dia hanya menyebut angka 10 ribu rupiah saja. Itupun saat saya mengeluarkan dompet dan dia melihat uang yang saya pegang pecahan besar-besar dia dengan ringan menyambung “Kalo nggak ada 10-ribuan, bawa ajalah mobilnya Pak nggak apa-apa”. “Hari gini masih ada keahlian yang dibayar hanya 10 rebu …” batin saya sambil menyerahkan lembaran yang memang jauh lebih besar nilainya sambil memintanya untuk tidak memberikan kembalian.

Nah kalau ada yang mengalami masalah dengan AC mobil dan mencari-cari bengkel AC mobil di Denpasar yang oke punya, mungkin bisa mencoba yang satu ini. Namanya “Gede Service AC”. Lokasinya di Jalan A Yani Utara. Kalau dari lampu merah perempatan Jalan Gatot Subroto dan Jalan A Yani, melajulah terus ke utara sekitar 3 kilometer. Nanti di sisi kiri jalan ada bengkel besar dengan plang merk yang juga besar, PAG – Paramita Auto Graha. Sangat besar merknya, nggak mungkin terlewat kecuali anda mengemudi dengan kecepatan yang sama dengan Lewis Hamilton, ngantuk, mabuk, atau ada gadis cantik dengan rok mini duduk di sebelah. Bengel AC yang saya maksud ini lokasinya persis di seberang PAG. Mencong dikit sih, nggak persis sebrang-sebrangan tapi agak lebih ke utara sedikit.

Mungkin cepat atau lamanya sih gak bisa jadi patokan juga ya. Pasti tergantung dari masalah yang dihadapi. Selain itu rame banget, pasiennya banyak terus, jadi mungkin ada waktunya pas datang kita harus nunggu dulu. Seperti biasa bengkel rumahan, tidak ada ruang tunggu yang representatif. Untuk menunggu hanya tersedia beberapa bangku panjang berjejer di sepanjang sisi ruangan dimana mobil-mobil yang sedang diperbaiki ditangani mekanik masing-masing. Untuk menghibur anda dari kebosanan, ada dua pilihan. Mereka yang jadul bisa memilih koran terbaru. Sementara mereka yang lebih modern dan mengantongi gadget, tersedia akses internet gratis. Jarang-jarang lho bengkel AC mobil di Denpasar, apalagi yang statusnya bengkel rumahan, yang menyediakan fasilitas ini.

Mencintai Kopi

Mencintai sesuatu yang manis mungkin mudah-mudah saja. Tapi mencintai yang pahit pastinya lain lagi ceritanya. Banyak orang Indonesia mencintai kopi, tapi kebanyakan orang menaburkan bersendok-sendok gula ke dalam cangkir kopinya untuk menutupi rasa pahit dengan rasa manis. Lalu kenapa nggak minum air gula saja? Manusia kadang memang aneh.

Filosofi Kopi

Dalam rasa pahit kopi tersembunyi sejuta rasa nikmat. Coba saja minum kopi tanpa gula perlahan. Ditahan di mulut jangan langsung ditelan. Dirasakan perlahan di lidah. Ada sensasi rasa manis yang tersembunyi di balik rasa pahitnya. Filosofi kopi ini mirip dengan kehidupan. Kita bisa merasakan kebahagiaan hakiki saat kita bisa menemukan rasa manis yang tersembunyi di balik tumpukan pengalaman pahit.